- Mahluk hidup yang paling lambat bergerak.
0,3 km/jam adalah kecepatan rata-rata (ini rata-rata seluruh species kura, kecuali untuk Kura Hijau "Brazil" yang termasuk Kura yang tercepat dan gesit, sehingga dinamakan "Slider" = peluncur.
Memang "kelambatan" Kura ini masih lebih cepat daripada makhluk "paling lelet" di dunia, yaitu Siput : 0,05 km./jam. Bandingkan dengan Manusia yang 52 km/jam atau hewan tercepat : Cheetah (sejenis macan / kucing besar) yang mampu berlari secepat 130 km / jam.
Yang patut kita kagumi, kura bergerak lambat (karena menanggung beban berat "rumah" di punggungnya") bukan karena malas, tapi ada "filosofi"nya yaitu : Waspada.
Makanya ada peribahasa "Biar Lambat, Asal Selamat". Juga masih ingat "kisah bermakna" tentang perlombaan lari Kura dan Kancil?
- Mahluk yang sangat adaptif (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan). Tahukah Anda kalau sejarah Kura itu lebih tua dari sejarah Dinosaurus ? Kura berasal dari masa Trias, dimana fosil tertuanya yang disebut Odontochelys berasal dari 220 juta tahun yang silam Charles Darwin ketika menciptakan Teori Evolusi karena terinspirasi Kura raksasa di Pulau Galapagos.
Kura adalah contoh sempurna dari "survival of the fittest" (yang mampu bertahan hidup adalah yang paling "fit" : mampu menyesuaikan diri dari perubahan lingkungan : perubahan cuaca, makanan yang tersedia, dll). Jadi faktanya, makhluk paling perkasa bukanlah si dinosaurus T-Rex
Tidak heran, Kura jadi pahlawan super dalam kartun dan film "Teenage Mutant Ninja Turtles."
- Kura memiliki bentuk perlindungan yang unik, yaitu "Rumah" yang dibawa kemana-mana (semacam "built-in/ portable house"). "Rumah" itu terbuat dari zat tanduk dan terdiri dari dua bagian yaitu bagian atas yang melindungi punggungnya (disebut "Tempurung / Batok", istilah ilmiahnya "Karapas" ) dan bagian bawah yang melindungi bagian perut (disebut "Plastron").
Tempurung terdiri dari lapis luar berupa sisik besar dan keras dan lapis dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. "Rumah" berupa tempurung keras (bony shell) ini menjadi perlindungan yang efektif dari pemangsa (predator). Kura bisa mengeluarkan kepala, leher, kaki dan ekiornya melalui bagian terbuka dari rumahnya itu. Jika ada bahaya, mereka langsung memasukkan semua bagian tubuhnya ke dalam "rumahnya" itu. Terkadang kita sulit membedakan rumah itu dengan batu (kamuflase alami).
Hanya beberapa jenis kura yang tak memiliki keistimewaan ini, yaitu yang tergolong "tempurung lunak" (soft shell) seperti Bulus (labi-labi) dan Kura Moncong Babi.
Belajar dari "Rumah Kura", maka sebuah Rumah seharusnya menjadi "perlindungan yang aman" (Safe Haven), seperti tahan-gempa , tahan-banjir, aman dan sehat bagi penghuninya (termasuk anak-anak).
Semoga konsep "Rumah Kura" dapat mengilhami para arsitektur rumah dan pengembang di negara kita yang rawan-bencana.
- Wisdom of turtle: Kura juga merupakan simbol kebijaksanaan. Mungkin ini karena kura usianya panjang dan banyak makan "asam garam".
Berapa Kura yang saya miliki?
Oh ya, untuk menjawab pertanyaan beberapa teman tentang berapa jumlah koleksi kura saya di rumah, mendorong saya untuk melakukan SENSUS KURA untuk pertama kalinya. Ternyata jumlah Koleksi Kura peliharaan saya di Rumah ada 79 ekor (data per 30 Oktober 2009) yang terdiri dari :
- 60 Kura Hijau "Brazil" asal dari Mississipi, AS (bahasa Inggrisnya : Red-eared Slider, bahasa ilmiahnya : Trachemys Scripta Elegans) memiliki 7 ukuran berdasar Panjang Karapas / Tempurung atas (Carapace Length : CL), yaitu :
- XXS (Sangat kecil / Imut ) ukuran kurang 4 cm (usia 3 bulan): 11 ekor
- XS (Agak kecil), ukuran 5 cm (usia 6 bulan): 7 ekor
- S (Kecil) ukuran 6 cm (usia 1 tahun): 2 ekor
- M (Sedang) ukuran 7-10 cm (usia 1,5 tahun): 16 ekor
- L (Besar) ukuran 11-13 cm (usia 2 tahun): 6 ekor
- XL (Lebih Besar) ukuran 14 cm (usia 3 tahun): 12 ekor
- XXL (Sangat Besar / Jumbo) ukuran 18 cm (usia di atas 4 tahun): 6 ekor
Kura-kura diatas termasuk Koleksi Kura Brazil yang Unik/ Langka: - Tempurung berbentuk Asbak (coak di tengah)
- Berwarna Pinky (kemerah jambuan) di tempurung maupun anggota badan.
Kedua koleksi ini yang paling langka (hanya ada 1 dari puluhan ribu ekor) - Tempurung berbentuk Angka 8
- Tempurung Kuning
- Cebol (tempurung membulat)
- Tempurung seperti puncak gunung
- Tempurung Ceper
- Tempurung "berotot"
- Kura-kura jenis lain : 19 buah
- Aligator Coklat - ukuran sedang (10 cm) : Kura buaya asal Amazon, yang termasuk Kura paling ganas. Cara "memancing" mangsanya unik: membuka mulut lebar-lebar lalu menjulurkan lidahnya yang kecil panjang mirip cacing; ketika ada ikan yang mendekat untuk "makan cacing", maka masuklah ia dalam perangkap.. dan hap. Makanan favoritnya: Anak kodok. Tidak direkomendasikan untuk dipelihara bagi yang punya anak kecil.
- Kura Leher Panjang atau Kepala Ular (Chelodina Novaeguinaae) : lehernya panjang seperti ular.Berasal dari Papua (Irian). Termasuk galak (makannya anak ikan) dan suka "matok" (menyabet makanan dengan cepat). Ada 5 ekor:
- 1 yang Jumbo (sangat besar, ukuran lebih dari 20 cm),
- 2 yang besar (12 cm)
- 2 yang kecil (9 cm).
- Kura Moncong Babi (Carettochelys Insculpta): Mulutnya panjang seperti babi. Berasal dari Papua, jenis Soft-shell (tempurung lunak) dan mirip penyu karena tidak punya kaki, tetapi memiliki empat sirip untuk berenang. Termasuk Kura Aquatic (sepenuhnya hidup di air). Perut bawahnya berwarna putih ke-merah mudaan. Termasuk Kura yang paling jinak. Ada 2 ekor: yang Jumbo (ukuran 20 cm) dan yang sedang (13 cm)
- Kura Matahari berasal dari Kalimantan: plastronnya bergerigi mirip matahari dan berwarna coklat kemerah-merahan. Termasuk Kura Darat yang vegetarian (makannya buah). Ada 2 ekor: besar (betina) dan kecil (jantan)
- Kura Bali (disebut Kura Daun) berwarna coklat tua: 1 buah kecil
- Kura Ambon (Cuora Amboinesis): plastron bentuknya naik menggunung (sehingga disebut juga Kura Batok) berwarna coklat tua dengan ciri di pipi ada garis kuning terang. Ada 2 ekor: ukuran sedang dan kecil
- Bulus (labi-labi; Trionychidae) berwarna coklat muda. bertempurung lunak, tapi amat galak, suka menggigit. (konon gigitannya baru dilepaskan kalau ada petir). Ada 2 ekor: yang besar (XL) dan yang kecil (S)
- Sinensis (Ekor panjang): asal China. Ada 2 ekor: ukuran 7 cm dan 4 cm
- Sinemis :asal China. Ada 1 ekor, ukuran 7 cm
- Pita-belly (Dada merah). Sejenis Kura Brazil yang lebih mahal karena tempurung bawahnya berwarna kemerahan : Ada 1 ekor kecil.
- Selain kura, saya punya koleksi 2 jenis Reptil lain :
- Dua ekor Panana (Blue Tongue: Lidah Biru) asal Papua. Jinak, makannya jangkrik
- Satu ekor Biawak (Salvator) berukuran sedang. Makannya anak ikan. Dia ditangkap dari Kali (Sungai)
- Saya juga punya puluhan koleksi ikan (belum sempat dihitung) dari ikan cupang sampai Ikan Koi. Ikan Favorit saya adalah Ikan Parrot (moncongnya seperti paruh burung kakatua dan berasal Taiwan). Ada 10 ekor. Juga ada Palmas (Ikan Naga) yang mirip ular dengan sirip (ada yang putih albino, coklat dan warna "batik"). Selain itu ada 2 ekor Gurami, yang satu sangat besar (Extra Jumbo) dan yang 1 lagi Gurami putih yang besar.
Berikut adalah beberapa tips memelihara Kura-kura "Brazil", tepatnya "Kura Hijau" asal Amerika Serikat (sungai Mississipi) yang dalam bahasa Inggris disebut "Read Eared Slider" :
- Kasih makan minimal dua kali sehari sekitar 5 -10 butir per ekor
- Kalau ternyata setelah 10 menit, makanan tidak dihabiskan, makanan itu harus segera diangkat karena kalau dibiarkan dapat jadi racun
- Perhatikan nafsu makan kura2 Anda karena itu indikasi kesehatannya. Kalau malas makan, frekuensi makan dikurangi jadi satu kali sehari dan butirannya dikurangi.
- Kura2 yang sehat itu indikasinya :
- Kuat makannya (rakus). Kura2 besar akan terus "minta" makan (mendongak-dongak kalau lihat kita). Bahkan kalau kekurangan makan - maaf : kotoran sendiri / temannya - akan dimakan
- Gesit (hiper-aktif)
- Kura-kura sakit indikasinya :
- Tidak mau makan
- Diam saja
- Matanya tertutup atau muncul kulit putih di matanya. Artinya kena katarak
- Jaga kebersihan air aquarium. Idealnya ganti 2 hari sekali. Air yang keruh dapat jadi sumber penyakit dan berbau seperti amoniak
- Untuk kura-kura yang cukup besar, bisa menggigit. Hati2 dengan anak2
- Jangan campur kura-kura dengan ikan karena kura yang cukup besar akan menggigit ikan, dan yang kecil cakarnya dapat melukai ikan
- Untuk kura2 yang ukuran sedang/ besar, perhatikan barangkali ada yang galak / suka gigit temannya, agar dipisahkan
- Makin besar container (tempat peliharannya) berupa aquarium / kolam, makin senang kura-kuranya.
- Kura-kura Brazil adalah kura-kura air (full aquatic) artinya dapat hidup di air penuh. Kecuali bagi kura2 Kecil yang belum kuat berenangnya, jadi sebaiknya aquariumnya diisi seperempat air saja sehingga dia bisa mendongakkan hidungnya untuk bernafas tanpa kesulitan berenang.
- Harus hidup dengan air. Kalau dibiarkan tanpa air beberapa hari, kura-kura akan de-hidrasi dan rusak paru-parunya
- Makanannya : Pellet. Untuk kura2 besar, mereka adalah "pemakan segala" (omnivora): Terkadang selingi variasi makannya dengan "ikan balita" (anak ikan mas kecil / teri, makanan Louhan/ arwana) atau sayur (sayuran hijau) dan buah (pepaya, mangga). Makin banyak variasi makanannya, makin sehat
- Setelah memegang kura2 atau mencuci aquariumnya agar segera cuci tangan dengan sabun, karena air yang kotor bisa jadi mengandung bakteri Salmonella.
- Dua kali seminggu atau seminggu sekali jemur kura2 agar kena matahari, paling lama 1 jam agar lebih sehat
- Cara membedakan kura2 jantan dengan betina baru bisa ketahuan setrelah ukuran sedang atau besar. Yang jantan cakarnya lebih panjang dan buntutnya lebih panjang dan menggemuk
Demikian tips dari saya berdasarkan "puluhan tahun" pengalaman memelihara kura-kura. Kalau ada pertanyaan, silakan "berkonsultasi" dengan saya
Selamat memelihara kura-kura. Semoga menjadi hewan peliharaan yang bisa menambah warna dalam hidup anda. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar